Mudik dimanfaatkan banyak orang untuk melepas kangen dengan kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga setelah lama ditinggalkan. Nyatanya tradisi pulang ke kampung halaman ini tidak hanya ada di Indonesia saja. berikut negara-negara di dunia yang juga memiliki tradisi mudik.

1. India

India adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia di bawah China. Negara ini juga memiliki perayaan lebaran yang meriah walaupun kita ketahui bahwa populasi warga muslim di negara tersebut termasuk golongan minoritas. Meski menjelang lebaran warga muslim di India juga mengenal tradisi pulang kampung tetapi arus mudik terbesar di negara ini tidak terjadi pada saat hari raya umat muslim.

Fenomena mudik di India yang terbesar berlangsung setiap bulan Oktober atau November. Saat itu sebagian besar warga India akan merayakan Festival of Lights alias Diwali. Perayaan ini meriahnya sama dengan perayaan Idul Fitri di negara-negara Islam. Warga India akan berbondong-bondong pergi ke kampung halaman mereka. Pemandangan mudik di negara ini lebih heboh dibanding di Indonesia. Transportasi umum seperti kereta api akan penuh sesak hingga banyak warga yang bergelantungan di pintu, jendela hingga di atap kereta.

2. Malaysia

Negara tetangga yang masih serumpun dan memiliki kebudayaan yang serupa ini juga punya tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Adalah Malaysia, negara di Asia Tenggara yang memiliki penduduk mayoritas muslim ini memiliki perayaan lebaran yang meriah. Kemeriahan tersebut tidak lepas dari anggota keluarga yang berkumpul setelah bekerja di perantauan dalam waktu yang lama.

Yap, tradisi mudik di Malaysia konsepnya sama dengan di Indonesia. Mereka yang mudik adalah warga yang merantau ke kota untuk bekerja. Libur Idul Fitri yang lumayan panjang dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halaman menjenguk keluarga dan merayakan Hari Raya bersama-sama. Bedanya Malaysia tidak mengenal istilah mudik atau pulang kampung melainkan Balik Kampung.

3. Arab Saudi

Tradisi mudik juga lakukan oleh warga muslim di Arab Saudi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mengingat negara ini mayoritas penduduknya adalah muslim dan di negara ini pula terdapat tempat ibadah paling suci umat Islam maka tak heran tiap kali lebaran tiba perayaannya akan sangat meriah sekali. Saat lebaran tiba biasanya masing-masing daerah menggelar festival yang menampilkan pagelaran teater, pertunjukan musik dan kesenian lainnya.

Tentu setiap warga yang merantau tidak mau ketinggalan perayaan lebaran yang meriah di daerahnya. Apalagi momen tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk berkumpul dengan sanak famili. Dari sanalah kemudian muncul tradisi mudik di Arab Saudi. Untuk anggota keluarga yang tinggal di rumah akan mendekorasi rumahnya seindah mungkin dan menyiapkan aneka masakan khas lebaran yang lezat guna menyambut anggota keluarga lain yang sedang melakukan pulang kampung.

4. China

Jumlah penduduk China untuk sekarang mencapai lebih dari satu miliar jiwa dan hanya sekitar 18 juta saja yang memeluk agama Islam. Konsentrasi penduduk beragama Islam ini berada di Xinjiang dan Yunnan, di dua kota tersebut setiap tahun diadakan perayaan lebaran yang sangat meriah. Penduduk muslim ini pula mengenal tradisi mudik menjelang lebaran meski hari libur pada hari besar umat Islam di China tidak sepanjang di Indonesia.

Tradisi mudik di China tidak hanya berlangsung saat lebaran saja. Malah pulang kampung dengan arus yang paling padat terjadi pada saat perayaan tahun baru China yang dikenal dengan nama Imlek. Perayaan Imlek di China jauh lebih meriah dibanding Hari Raya Idul Fitri, Saat itu lah dimanfaatkan banyak warganya untuk pulang ke kampung halaman untuk merayakannya bersama keluarga.

5. Bangladesh

Merantau ke kota besar untuk bekerja dan memperbaiki nasib juga terjadi di negara Bangladesh. Karenanya setiap menjelang perayaan hari besar seperti Idul Fitri, warga yang merantau akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarga. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang wajib dilakukan oleh para orang perantauan di Bangladesh.

Hampir sama dengan apa yang terjadi di Indonesia, beberapa hari menjelang lebaran semua rute transportasi baik darat, laut dan udara akan dipenuhi oleh pemudik. Kebetulan juga bahwa Bangladesh adalah negara yang memiliki populasi muslim yang cukup besar sehingga saat Idul Fitri tiba perayaan di berbagai wilayahnya akan terasa hidup.

6. Pakistan

Setali tiga uang dengan negara Bangladesh, Pakistan pun juga punya tradisi mudik. Momen mudik di Pakistan juga sama dengan Bangladesh ataupun Indonesia yaitu saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Arus mudik bisa dilihat di jalur-jalur utama penghubung antar wilayah yang akan penuh sesak oleh kendaraan pemudik serta angkutan umum yang hampir tidak menyisakan ruang untuk bernafas.

Tingginya arus mudik di Pakistan juga melibatkan pihak keamanan untuk mengamankan jalannya kegiatan pulang kampung tersebut. Sejumlah personil polisi juga disiagakan di beberapa ruas jalan yang rawan akan kemacetan untuk melancarkan lalu lintas. Sedikit banyak gambaran mudik di negara ini hampir sama dengan yang terjadi di Indonesia.

7. Turki

Negara terakhir yang memiliki tradisi mudik adalah Turki. Negara yang pernah menjadi pusat pemerintahan kesultanan Islam terbesar di dunia ini memiliki jumlah penduduk muslim yang besar. Sehingga Hari Raya Idul Fitri di sana dirayakan sangat meriah dengan diawali salat Ied berjamaah.

Idul Fitri di Turki dikenal dengan istilah Bayram. Saat berjumpa dengan sesama muslim selama lebaran mereka akan saling mengucapkan salam “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayraminiz Mubarek Olsun” dimana ketiganya memiliki arti yang hampir sama yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram. Yang paling khas adalah momen sesaat sebelum lebaran dimana sanak keluarga yang tinggal di perantauan akan pulang kampung untuk berkumpul dan merayakan Idul Fitri bersama-sama. 

Baca juga : Persiapan Mudik yang Harus di perhatikan  

Advertisements